Penjelasan Mengenai Karma Uzumaki Boruto

Halo semua! Pada hari ini saya akan menuliskan penjelasan tentang Karma yang dimiliki Boruto di Anime Boruto: Naruto Next Generation. Karma pada dasarnya didapatkan ketika seseorang/manusia membunuh klan Otsutsuki atau klan Dewa. Karma bisa dibilang Segel atau kutukan (Curse Mark) seperti yang dimiliki Sasuke dan kelima Ninja Sound (Desa Orochimaru) saat masih kecil, tapi perbedaannya ialah Karma ini kutukan langsung yang berasal dari Dewa/Otsutsuki. Jadi Karma bisa dibilang hanya nama kutukan saja (Otsutsuki Seal).

Karma Boruto Indonesia
Karma di Manga

Kemunculan Karma Boruto bisa dilihat pada Chapter 23 (Manga), sedangkan Animenya kalian dapat melihat di episode 66. Dimana Segel Karma Boruto hanya baru diperlihatkan, belum sampai mengaktifkannya. Boruto mendapatkan Karmanya ketika dia membunuh Momoshiki Otsutsuki menggunakan Vanishing Rasengan. Lalu pertanyaannya, kekuatan seperti apakah yang dimiliki Karma Boruto? Berikut ulasan yang saya sudah cari dibeberapa sumber.

Karma Boruto
Karma Di Anime

– Menyerap Jutsu

Seperti yang kita liat di Animenya, bahwa Momoshiki memiliki kekuatan penyerap jutsu dan mengeluarkan jutsu yang habis diserap dengan tingkat power yang lebih tinggi. Kemungkinan Boruto pun akan memiliki hal yang sama seperti dimiliki oleh Momoshiki yaitu Penyerap Jutsu.

Seperti yang kita ketahui juga, selain Boruto ada yang memiliki Karma, yaitu Kawaki. Entah bagaimana Kawaki bisa mendapatkannya, tapi teori mengatakan bahwa Kawaki telah mengalahkan Urashiki. Benar atau tidak? tentu saja belum ada kepastiannya. Atleast, ketika seseorang membunuh seorang Dewa, dia akan mendapatkan kutukan/Karma.

Saat ini kita masih belum mengetahui kekuatan apa yang dimiliki oleh Kawaki, terutama Jigen dan member kara yang lainnya, dan mungkin saja Kashin Koji mempunyai Karma.

Untuk saat ini, kita hanya bisa menyimpulkan bahwa Karma Boruto akan menyamai kekuatan Momoshiki. Mungkin saja diepisode atau chapter selanjutnya terlihat kuat bukan?

Facebook Comments

Post Author: Glendy Lubis

Maaf jika tidak professional dalam hal mengulas dan memberikan informasi. Karena saya tidak suka dengan kata 'professional' dalam hal menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + fifteen =