Neon Genesis Evangelion (Fall 1995) – Review Indonesia

Neon Genesis Evangelion, Salah satu anime mecha yang sangat terkenal di Jepang pada era 90an, sampai sekarang.

Anime yang terlalu dalam untuk dimengerti oleh banyak orang, layaknya cewek.  Anime ini tidak terlalu terkenal di Indonesia, maka dari itu, fandomnya sangat sedikit di negara ini. Dan pada kali ini, saya akan mengulas anime ini yang masih menjadi perdebatan di kalangan fandomnya.

Neon Genesis Evangelion
Poster NGE (source: MyAnimeList)
Type: TV
Episodes: 26
Status: Finished Airing
Aired: Oct 4, 1995 to Mar 27, 1996
Premiered: Fall 1995
Studios: Gainax, Tatsunoko Production
Source: Original
Genres: Action, Sci-Fi, Dementia, Psychological, Drama, Mecha
Duration: 24 min. per ep.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Story: 5/10

Neon Genesis Evangelion
Eva Unit-01 (source: SlashSync.com)

Hanya satu kata saja untuk mendeskripsikan story dari Neon Genesis Evangelion, kompleks. Neon Genesis Evangelion memang sangat, sangat kompleks bahkan bagi Fandomnya sendiri (Bahkan sampai sekarang, masih banyak perdebatan mengenai cerita pada anime ini). Pada episode awal, mungkin anime ini akan terlihat seperti anime mecha kebanyakan, melawan monster setiap minggu. Tapi, semua berubah setelah Hideako Anno, sang sutradara mengganti ceritanya menjadi masalah psikologis, dan karena itu anime ini bisa dibilang sangat kompleks. Actionnya sendiri sangat thrilling bagi saya, tapi yang saya tidak mengerti adalah unsur psikologisnya. Nanti saya akan jelaskan di bagian Character. Pada seri ini, terdapat 2 ending yang berbeda, yaitu Ending TV (Episode 25 dan 26) dimana pada ending ini, hanya berisi pemikiran dari setiap karakter. Dan Ending filmnya, The End of Evangelion (Episode 25′ dan 26′) yang menghadirkan cerita yang lebih Action.

Art: 8/10

Neon Genesis Evangelion
Geofront (source: EvaGeeks Wiki)

Bagi kalian yang jarang menonton anime lawas, mungkin akan menganggap bahwa kualitas animasi pada anime ini mungkin sedikit jelek. Tapi bagi beberapa orang, animasi ini terlihat realistik untuk anime yang tayang pada tahun 90an. Bagi saya sendiri, art pada animasinya sendiri tidak terlalu unik, hampir sama seperti studio kebanyakan. Hideako Anno memang membuat art pada anime ini agar terlihat dark agar setara dengan genrenya, dan memang art yang dark memang terlihat cocok dengan anime ini. Saat menjelang akhir episode, Studio Gainax mendapatkan pemotongan budget dan kritikan dari para produser (TV Tokyo) sehingga animasi pada endingnya direvisi habis habisan, bahkan ceritanya sendiri diganti. Original Endingnya kembali diangkat menjadi Film The End of Evangelion yang animasinya lebih bagus daripada TV Endingnya.

Sound: 7/10

Seiyuu para MC sudah cocok dengan karakternya masing-masing, tapi ada satu seiyuu yang menurut saya kurang dalam berakting, yaitu seiyuu  dari Ikari Gendou. Kenapa? Karena pada beberapa scene seperti berteriak dll, entah kenapa intonasi suaranya sama saja seperti tidak berteriak. Pada versi DVDnya (mungkin berlaku pada bersi BD dan TVnya), unsur Stereo bisa dikatakan terlalu berat. Maksudnya adalah ketika karakter sedang berbicara pada sebelah kanan scene dan karakter itu jauh dari kameranya, maka suaranya juga terikut ke kanan dan mengecil, karena karakternya jauh. Hal ini sedikit mengganggu saya karena setiap kali hal ini terjadi, saya harus mengatur ulang volumenya lagi. Background Musicnya sendiri sudah cocok dengan scene-scene di anime ini, dan sangat membantu dalam meningkatkan ketegangan di setiap scene. Lagu Opening dari Neon Genesis Evangelion, A Cruel Angel’s Thesis sangat terkenal pada tahun 90an karena lagunya yang catchy dan enak di dengar, bahkan masuk dalam artikel “Top 25 Best Anime Opening Songs of All Time” di MyAnimeList. dan untuk Lagu endingnya sendiri, Fly Me to the Moon bagi saya sangat enak didengar, karena unsur swing-jazznya sehingga bisa menenangkan orang setelah menonton anime ini.

Character: 8/10

Neon Genesis Evangelion
Karakter-karakter yang ada di NGE (source: EvaGeeks Wiki)

Di Neon Genesis Evangelion, terdapat 3 karakter utama, yaitu  Ikari Shinji, Ayanami Rei, dan Souryuu Asuka Langley. 3 karakter ini memiliki sifat-sifat yang berbeda juga, contohnya Shinji yang terlihat suka depresi, Rei yang terlalu dingin, dan Asuka yang egois. Saya sendiri susah merelasikan mereka satu dengan yang lain. Selama jalannya cerita, karakter-karakter ini bertumbuh semakin baik hingga pada pertengahan seri, dimana hampir semua karakter mengalami depresi. Supporting castnya sendiri tidak terlalu banyak, tapi hanya sedikit yang berperan penting dalam cerita ini.

Enjoyment: 9/10

Neon Genesis Evangelion
a meme from NGE fandom. (source: Google)

Meskipun cerita yang kompleks dan kualitas animasi yang menurun sepanjang berjalannya cerita, saya sendiri suka dengan seri ini. Sampai-sampai saya menonton Tetralogi dari Rebuild of Evangelion (Versi Remake dari anime ini, nanti saya akan ulas setelah menonton ketiga filmnya). Tapi mungkin beberapa orang tidak akan menonton anime ini karena terlihat aneh. Saya sendiri tidak memiliki rencana untuk me-rewatch anime ini kembali. Seri ini akan selalu dikenang oleh saya dan fandom Evangelion karena endingnya yang absurd. Bagi kalian yang suka dengan anime Mecha, Psychological, maupun Action mungkin akan tertarik dengan anime yang mengubah persepsi mecha pada tahun 90an ini.

Overall Score: 7.2/10.0

“Man cannot erase this sadness, because all men are fundamentally alone.” – Kaworu Nagisa

Catatan bagi yang ingin menonton seri ini:

Saya sarankan, sebaiknya menonton seri TV (yang saya ulas ini) terlebih dahulu lalu menonton Tetralogi Rebuild of Evangelion. Meskipun Keempat film Rebuild of Evangelion adalah remake dari seri TV ini, tapi cerita yang dihadirkan sangat berbeda dari seri TVnya. Jadi saya sarankan untuk menonton seri TVnya terlebih dahulu lalu menonton keempt filmnya agar kalian bisa sedikit mengerti tentang cerita yang sedang dibawa.

Afterwords:

Dan selesai juga ulasan/review saya, bagi kalian yang ingin melontarkan pendapat maupun  pertanyaan mengenai anime ini atau yang lainnya, bisa kalian tulis di kolom komentar dibawah ini! 😀

Keep calm and, Mantab Jiwa
RivoMCID // HirotoA7

Facebook Comments

Post Author: Junichirou Hiroto

A Freelance Editor, Photographer, and Musician. Currently working on Loligane.com as Video Editor, Webmaster, and Writer.

5 thoughts on “Neon Genesis Evangelion (Fall 1995) – Review Indonesia

    batara

    (Juni 7, 2017 - 7:06 pm)

    om :v , siapa kah sebenarnya ymir di attack of titan? , tolong di jelaskan

    syntasium

    (Juni 7, 2017 - 11:19 pm)

    dulu pas nonton di trans tv awal2 keren ini anime
    trus pas nonton dengan serius njir apaan sih ini, antara kesel ceritanya ama bikin ketawa karena liat kelakuan karakternya hahaha

      HirotoA7

      (Juni 8, 2017 - 8:23 am)

      wkwkwkwkwk, saya ga nyangka kalo anime ini bakal tayang di trans tv (soalnya… ya taulah)
      but meskipun anime ini udah tayang di indo, kok tetap aja evangelion ga terkenal fandomnya yak

        syntasium

        (Juni 9, 2017 - 11:52 pm)

        tayang di trans tv awal 2000an lah kalo gak salah inget pas saya sd hahaha
        terkenal sih kayaknya bagi penggemar anime yg udah lama atau yg hard bgt, kalo buat generasi SAO sih mungkin anime ini yah begitulah

        kayak saya dulu nonton patlabor tv series di tv nasional gak peduli cerita tapi pas nonton secara serius kok jadi beda gitu rasanya

    urfanolas

    (Juni 11, 2017 - 11:41 pm)

    Wooh baru aja tamatin ini series barusan dan ga ngerti endingnya sama sekali, kaya ga nyambung gitu wkwkw. Nonton ending satunya baru deh ngerti gimana endingnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 4 =