Mengenal Musik Pop Funk Jepang di Tahun 80-an

Jazz, funk, dan musik elektronik yang diciptakan oleh artis ternama asal Jepang.

Siapa yang tidak asing dengan musik dari tahun 80-an? Musik di era emas ini telah meninggalkan kesan yang tak terlupakan di hati para pecinta band dan penyanyi legendaris seperti Led Zeppelin, Queen, Electric Light Orchestra, Toto, REO Speedwagon, David Bowie, George Michael, Elton John, dan masih banyak lagi. Beruntungnya bagi anda yang benar-benar menyukai musik klasik, Jepang telah memperkenalkan beberapa musik yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir ini.

Entah apakah anda mengagumi pesona dari musik pop atau keanehan ambien yang elegan dari artis-artis seperti Mariya Takeuchi, musik pop funk telah mencetak sejarah yang penting dalam industri permusikan Jepang mulai dari awal kepopulerannya sampai sekarang. Dan bagi anda yang sangat menyukai genre ini, Jepang menawarkan cukup banyak artis yang sempat atau masih berkarir dalam bidang industri musik funk ini.

 

Image result for mariya takeuchiMariya Takeuchi, dalam album single Sweetest Music

1. Apa itu J-Pop?

J-pop (ジェイポップ jeipoppu dalam bahasa Jepang; sering ditulis sebagai J-POP; singkatan dari Japanese pop atau pop Jepang dalam Bahasa Indonesia), atau lebih dikenal oleh para warga Jepang sebagai pops (ポップス poppusu), adalah genre musikal yang memasuki arus utama musik Jepang di tahun 1990. J-pop sendiri berasal dari musik tahun 1960-an seperti yang dimainkan band populer The Beatles, dan menggantikan kayōkyoku (musik pop Jepang hingga 1980-an) dalam dunia musik Jepang. Istilah J-pop diciptakan oleh media massa Jepang guna membedakannya dari musik asing, dan sekarang merujuk kepada hampir semua musik populer di Jepang. J-pop di zaman modern sekarang sering diasosiasikan dengan genre lainnya, contohnya J-rock. Beberapa artis-artis ternama modern yang terkenal akan genre ini yaitu Masayoshi Ooishi, Eir Aoi, Minami, the peggies, Unison Square Garden, fhána, dan Sumika.

Sumika, band J-pop modern asal Jepang

2. Popularitas J-Pop di Tahun 1980

Di awal tahun 1980, dengan diperkenalkannya radio stereo untuk mobil, istilah City Pop (シティーポップ Shitī Poppu) datang untuk mendeskripsikan sebuah tipe musik populer yang memiliki tema kota besar. Bentuk lagu ini banyak mendapatkan inspirasi dari kota Tokyo. Di era ini, para penggemar musik dan artis di Jepang terpengaruh rock yang berbentuk album (terutama kontemporer dewasa) dan crossover (terutama jazz fusion). City Pop dulunya terpengaruh oleh New Music, walaupun akarnya bisa ditemukan di pertengahan 1970, dengan karya band rock Jepang Happy End dan mantan anggotanya Haruomi Hosono, beserta dengan musisi legendaris Tatsuro Yamashita. Di jaman ini, musik pop funk mulai mendapatkan popularitasnya, serta mengenalkan sub-genre lainnya seperti synth pop dan disco. Genre musik ini diciptakan dengan menggabungkan instrumen funk dan instrumen jazz seperti drum, gitar listrik, bass, keyboard, clavinet, synthesizer, saxofon, trompet, upright bass, dan masih banyak lagi. BPM city pop berkisar antara 90-110 BPM dengan tempo yang relatif santai. Instrumen yang paling mencolok dari city pop adalah jilatan dan tamparan bass nya yang bagi beberapa orang memuaskan untuk didengar.

Salah satu musisi yang paling berpengaruh pada era ini adalah penyanyi asal kota Izumo yang bernama Mariya Takeuchi. Mariya Takeuchi adalah seorang penyanyi yang cukup dikenal karena lagunya yang berjudul Plastic Love dari albumnya yang bernama Variety (1984). Lagu Plastic Love cukup dikenal oleh banyak penggemar musik klasik di Jepang bahkan di luar Jepang. Dengan liriknya yang dalam dan meninggalkan kesan yang cukup memorable, lagunya menjadi populer kembali setelah diunggah ke situs YouTube di akhir pertengahan tahun 2010 lalu. Dipopulerkan di luar Jepang melalui budaya vaporwave dan future funk, lagunya telah mendapatkan lebih dari 22 juta penonton di YouTube per November 2018. Lagunya telah menerima berbagai macam pujian kritis, mulai dari majalah Noisey yang menyebutnya “lagu pop terbaik di dunia” dan band asal Inggris Gorillaz yang menyebutnya “lempengan Wonder Woman dari funk Jepang”. Lagunya telah menginspirasi banyak fan art dan video.

Selain lagu Plastic Love, September oleh Mariya Takeuchi juga merupakan lagu dengan genre dan feel yang sama enaknya. Kedua lagu tersebut membawa nama Takeuchi ke papan atas artis Jepang di masanya dulu. Lagu Telephone Number yang dinyanyikan oleh artis bernama Junko Ohashi juga merupakan salah satu lagu yang cukup dikenal walaupun tidak sepopuler Plastic Love. Remember Summer Days yang dinyanyikan oleh Anri juga tidak kalah enak untuk didengar. Berikut video YouTubenya.

 

Selain Mariya Takeuchi, Junko Ohashi dan Anri, penyanyi-penyanyi lain seperti Miki Matsubara, Takako Mamiya, Takeo Ohnuki, Kaoru Akimoto, dan Cindy juga memiliki karir yang cukup mensukseskan di bidang city pop mereka tersendiri.

3. Tatsuro Yamashita, Musisi yang Tak Lekang Oleh Waktu

Tatsuro Yamashita, musisi yang lahir pada 4 Februari, 1953 ini adalah seorang penyanyi, penulis lagu dan produser rekaman asal Jepang yang dikenal melalui karirnya dalam industri musik funk, terutama City Pop. Yamashita telah menghasilkan banyak lagu di tahun 1970-1980-an, dan sering disebut sebagai “raja” dari genre City Pop.  Iapun masih aktif dalam kegiatan permusikan sampai sekarang.

Berbekalkan bakat dalam memainkan banyak instrumen musik, Yamashita telah merilis banyak lagu terkenal yang beberapa darinya berjudul Sparkle, Magic Ways, Ride on Time, Daydream, dan Love talkin ‘honey it’s you’. Lagu-lagunya itu membawakannya kesuksesan dalam industri genre musik tersebut. Dari tahun ke tahun, ia selalu menjadi favorit para penggemar musik ini. Ia juga telah merilis banyak album, beberapa darinya merupakan hasil kolaborasi dengan artis lain. Yamashita juga telah memenangkan banyak penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan yang berjudul Pocket Music yang jatuh ke dalam kategori Excellent Albums.

Sebagai artis solo, Yamashita telah merilis 17 album, 2 album live, beberapa kompilasi dan lebih dari 40 single. Dia juga telah menjadi salah satu artis solo pria asal Jepang yang paling sukses secara komersial dalam sejarah tangga album Jepang, berhasil menjual sekitar 9 juta album secara total. Dia juga telah menuliskan lagu untuk film dan iklan televisi, serta mengerjakan rekaman oleh artis lain. Dia dikenal dengan sangat sukses sebagai kolaborator musik untuk Mariya Takeuchi, yang menikah denganya di tahun 1982. Mereka memiliki satu anak perempuan.

Image result for mariya takeuchi tatsuro yamashitaTatsuro Yamashita, 2018

Di tahun 2018 kemarin, ia sempat berpartisipasi dalam penulisan lagu original untuk film Mirai (未来のミライ Mirai no Mirai), sebuah film animasi Jepang yang ditulis dan disutradarai oleh Mamoru Hosoda dan diproduksi oleh Studio Chizu. Lagu pembukanya berjudul Mirai no Theme (ミライのテーマ), dan lagu penutupnya berjudul Uta no Kisha (うたのきしゃ). Kedua lagu ini diciptakan dan dinyanyikan oleh Yamashita sendiri.

Nah, bagaimana? Tertarik dengan musik pop funk Jepang? Kalian bisa menemukan banyak lagu-lagunya di situs YouTube atau streaming melalui Spotify. Dengan adanya musisi dan musik emas seperti pop funk dan city pop, pilihan lagu-lagu berkualitas kalian terbuka menjadi lebih luas dan kalian bisa menambahkan pop funk Jepang ke dalam playlist favorit kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + ten =