No Game No Life (Spring 2014) – Anime Review Indonesia

Sebelumnya saya terlalu sering memberikan informasi terbaru, tetapi kali ini saya akan kembali mengulas anime. Jadi anime ini bertemakan tentang Game seperti Sword Art Online. Jadi langsung saja.

No Game No Life

No Game No Life Basic Information

Episodes: 12
Rilis: April 9, 2014 to Juni 25, 2014
Produser: Frontier Works, Media Factory, Movic, AT-X
Lisensi: Sentai Filmworks
Studio: Madhouse
Asal: Light novel
Genre: Adventure, Comedy, Ecchi, Fantasy, Game, Supernatural
Durasi: 23 min. per ep.

Sinopsi

Sora dan Shiro 2 saudara yang selalu hidup berdampingan, Sora yang tidak ingin menerima masyarakat dan Shiro yang tidak di terima oleh masyarakat harus menjadi NEET. Mereka selalu memecahkan rekor game yang mereka mainkan dan tidak pernah kalah. Kakak beradik ini selalu bermain game.

Para Player yang ada di dunia Game tidak mengetahui keberadaan serta nama mereka sehingga mereka di juluki “Tanpa Nama” karena Nickname yang mereka mainkan selalu kosong. Ada orang yang menganggap kalau mereka ini Cheater karena dengan mudahnya mereka mengalahkan semua player yang ada di Game tersebut.

Story: 9/10

Storynya sangat menarik untuk di ikuti yaitu berbicara tentang Game, jarang sekali ada anime yang bertemakan dengan Game Meskipun ada itu pun cuman beberapa. Kalau di simak Anime ini sangat berbeda dengan Anime yang bertemakan Game lainnya, kenapa? biasanya Anime Game seperti Haito No Gensou dan Sword art online itu ceritanya selalu Adventure ya.. kek game RPG, tetapi Anime ini meskipun Adventure ceritanya itu Anti-Mainstream. Di Anime ini rata-rata Gamenya itu yang menggunakan Logika seperti Permainan Catur dan sulit di pahami meskipun udah di tonton beberapa kali. Anime ini tidak seperti Sword Art Online yang biasanya selalu mendalami pertempuran. Kalau ini berbeda, Anime ini bisa di bilang bercerita tentang Kerajaan yang sangat diambang kehancuran. Dunia nya pun menarik yaitu Dunia Game, Dunia yang selalu menentukan dengan cara bermain game, dilarang membunuh, mencuri dll. Ecchi dan Comedy yang asik di kombinasikan sehingga membuat penonton tidak terlalu serius dan dunia fantasy yang sangat berbeda dengan Anime yang lainnya dimana ada sebuah Catur raksasa yang melambangkan ciri khas dari dunia tersebut.

Kalau kalian berharap Anime ini seperti Sword art online yang dimana dunianya langsung bisa berkelahi atau PvP itu salah, karena anime ini sangatlah berbeda dengan Anime Game lainnya. Kalian bisa menemukan yang seperti ini di episode terakhirnya nanti dimana ada sebuah pertempuran FPS melawan Cheater.

Singkat Cerita

Sora dan Shiro adalah kakak beradik yang selalu bermain Game dikamarnya, sudah 5 hari mereka tidak tidur dan Console mereka yang mempunyai Multi-Monitor yang sudah menyala sejak 5 hari. Sora sang kakak yang berumur 18 tahun tidak mempunyai pacar, perjaka, pengangguran dan Adik yang bernama Shiro berumur 11 tahun cantik, kawaeh, suka bolos sekolah akibat pembully-an. Mereka selalu berada di nomor 1 di setiap game dan mengosongkan NickName mereka, tiba-tiba ada sebuah E-mail masuk yang menantang mereka untuk bermain game catur. Shiro yang sudah mengalahkan puluhan teknologi catur merasa bosan ketika di tantang oleh seorang pemain, tetapi Sora mengajak adiknya Shiro untuk main bersama. Game yang sangat susah dimainkan akhirnya dimenangkan oleh Sora dan Shiro setelah 6jam. Tiba-tiba saja komputer mereka padam dan terlihat seorang anak kecil dari komputer mereka muncul dan menarik mereka ke dunia lain yang dimana dunia tersebut adalah Dunia Game.
No Game No Life

Character: 8,5/10

Kakak-beradik yang selalu bergantung satu sama lain untuk memenangkan sebuah Game. Kakak yang pintar Strategy dan Negoisasi, dan adik yang sangat pintar untuk membaca pergerakan lawan serta hebat dalam permainan logika seperti Catur dan Shogi. Setiap karakter mempunyai sifat yang lucu terutama kedua karakter ini yang tidak bisa sama sekali di pisahkan, ketika mereka di pisahkan pasti mereka berdua bakal ketakutan. Karakter di anime ini tidak berkembang maksud saya tidak bertumbuh besar atau kecil. Shiro yang masih berumur 11 tahun sangatlah imut dan cantik (Loli) dan sang kakak yang berumur 18 tahun yang sudah berpikiran dewasa ingin eue dengan wanita. Di samping itu mereka sangatlah bergantung satu sama lain dan menutupi kekurangan mereka.

Supporting cast yang sangat berpengaruh untuk membuat cerita ini semakin panjang dan menarik. Sora yang dimainkan oleh Yoshitsugu Matsuoka (Pemain; Aki, Tomoya di Saekano dan Romanée-Conti, Petelgeuse di anime Re Zero) Shiro yang dimainkan oleh Kayano, Ai (Pemain Yuzuriha, Inori di Guilty Crown dan Kasumigaoka Utaha di Saekano)

Art: 9/10

Jika kalian penikmat Grapich di suatu Anime saya menyarankan anda untuk menonton ini, kenapa? karena Grafis dan pewarnaan di anime ini sangat luar biasa campuran warna yang sangat nikmat di tonton membuat dunianya serasa Asik. Saya udah rewatch 2x anime ini masih saja senang melihat pewarnaan yang mereka lakukan, keindahan dan effect sangatlah bagus terutama bagian matanya yang sangat berbeda dengan anime lainnya. Mata yang penuh warna, rambut yang penuh dengan campuran warna serta bangunan yang terkena cahaya pun warnanya bisa dicampur 3 sekaligus. Penggambaran karakter yang luar biasa. Penggambaran Emosional nya juga terlihat bagus dan tidak membosankan misalnya saat karakter sedang bercanda.

Sound: 8,5

Kalau menurut saya Sound nya tidak terlalu buruk tidak terlalu bagus juga sih wkwkwk. Seiyuu sudah bisa mengontrol dengan baik sehingga sangat pas untuk di dengar. Saat bercanda juga sangat asik tidak terlalu kaku pembicaraannya. hanya saja ada beberapa suara yang tidak terdengar atau kosong. Sound Effect nya juga sudah bagus loh seperti ledakan.

Opening dari anime ini sangatlah enak di dengar, mungkin tidak asing bagi kalian yang sudah menonton anime ini dengan Opening yang berjudul “This Game.” Yang dinyanyikan oleh Konomi Suzuki. Ending yang asik juga untuk di dengar xD yang berjudul “Oracion” yang di nyanyikan Ai Kayano yang memerankan Shiro loh xD.

Post Author: Glendy Lubis

Maaf jika tidak professional dalam hal mengulas dan memberikan informasi. Karena saya tidak suka dengan kata 'professional' dalam hal menulis.

1 thought on “No Game No Life (Spring 2014) – Anime Review Indonesia

    […] dan kelelahan itu menurut saya sudah cukup. Pewarnaanya menurut saya tidak rame, tidak seperti No Game No Life. Pergerakan tubuh ketika menghindar dan melompat tinggi itu mantap sekali menurut saya, saya sangat […]

Komentar